Bagi peternak, pakan adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan produktivitas ternak. Namun, tidak semua pakan aman untuk diberikan. Salah satu masalah yang sering muncul adalah risiko pakan ternak berjamur. Jika tidak ditangani dengan baik, jamur pada pakan bisa memicu berbagai gangguan kesehatan pada ternak, bahkan menurunkan hasil usaha peternakan.
Mengapa Pakan Bisa Berjamur?
Pakan ternak sangat mudah ditumbuhi jamur ketika peternak menyimpannya dalam kondisi lembap, kurang ventilasi, atau tidak dikeringkan dengan benar. Misalnya, jerami atau hijauan yang disimpan masih basah akan lebih cepat ditumbuhi jamur. Begitu pula konsentrat seperti dedak atau jagung giling yang dibiarkan dalam karung terbuka bisa menjadi sarang jamur.
Risiko Pakan Ternak Berjamur terhadap Kesehatan
Jamur bukan hanya merusak kualitas pakan, tetapi juga membahayakan kesehatan hewan. Berikut beberapa risiko yang perlu diwaspadai peternak:
1. Gangguan pencernaan
Pakan berjamur dapat menurunkan nafsu makan ternak. Akibatnya, ternak lebih sering mengalami diare atau gangguan rumen.
2. Keracunan mikotoksin
Beberapa jamur menghasilkan racun berbahaya yang disebut mikotoksin. Zat ini bisa merusak organ hati, ginjal, bahkan menurunkan sistem kekebalan tubuh ternak.
3. Pertumbuhan terhambat
Ketika ternak sering mengonsumsi pakan berjamur, asupan nutrisinya tidak optimal. Dampaknya, bobot badan sulit bertambah dan produktivitas menurun.
4. Penyakit menular
Tubuh ternak yang sudah lemah akibat mikotoksin akhirnya lebih gampang terinfeksi bakteri atau virus.
Dampak Ekonomi bagi Peternak
Risiko pakan ternak berjamur tidak hanya mengancam kesehatan hewan, tetapi juga berimbas langsung pada keuntungan usaha peternakan. Ketika ternak sakit, peternak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli obat, memanggil dokter hewan, hingga perawatan khusus yang tentu saja menambah beban operasional. Biaya ini sering kali tidak kecil, apalagi jika jumlah ternak yang sakit cukup banyak.
Selain itu, ternak yang terus-menerus mengonsumsi pakan berjamur akan mengalami pertumbuhan yang lambat. Bobot badan tidak kunjung bertambah, sehingga masa pemeliharaan menjadi lebih panjang dari rencana semula.
Hal ini berarti peternak harus menambah biaya pakan harian, tenaga kerja, serta perawatan kandang. Masa pemeliharaan yang lebih lama otomatis membuat peternak harus mengeluarkan modal lebih besar.
Dari sisi produk, pakan berjamur juga berdampak buruk pada kualitas hasil ternak. Misalnya, daging yang dihasilkan menjadi kurang berkualitas karena ternak tidak mendapat nutrisi optimal, atau susu dari sapi perah mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Kondisi ini menyebabkan harga jual di pasaran tidak maksimal, bahkan kadang kalah saing dengan produk dari ternak yang lebih sehat.
Cara Mencegah Pakan Ternak Berjamur
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Peternak bisa menerapkan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko pakan berjamur. Pertama, mereka perlu mengeringkan pakan, terutama jerami atau hijauan, sebelum disimpan.
Setelah itu, simpanlah pakan di tempat yang kering dengan sirkulasi udara yang baik agar kelembapan tidak menumpuk.Peternak juga sebaiknya tidak menyimpan pakan terlalu lama, karena semakin lama disimpan, semakin besar pula risiko ditumbuhi jamur.
Sebagai alternatif, fermentasi pakan bisa menjadi pilihan yang lebih aman, sebab selain memperpanjang masa simpan, proses ini juga meningkatkan kandungan nutrisinya. Terakhir, periksa pakan secara rutin dan segera buang bagian yang sudah berjamur agar tidak mencemari pakan lainnya.
Baca juga: Campuran Pakan Sapi Agar Cepat Gemuk
Kesimpulan
Risiko pakan ternak berjamur adalah masalah serius yang tidak boleh diabaikan. Jamur tidak hanya menurunkan kualitas pakan, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan ternak hingga mengurangi keuntungan peternak.
Oleh karena itu, peternak perlu memahami cara penyimpanan yang benar, menjaga kebersihan kandang, serta rutin memeriksa kondisi pakan. Ketika peternak melakukan pencegahan secara benar, mereka mampu mengurangi risiko pakan berjamur dan menjaga usaha ternak tetap memberikan keuntungan.

.
